Bermain Itu Penting

No comment 641 views

Para ahli psikologi mengatakan bahwa masa kanak-kanak usia 0-6 tahun merupakan usia emas (golden years) dimana pada masa inilah 90% pertumbuhan otak terjadi pada anak. Otak mereka bagaikan spons yang akan menyerap sebanyak mungkin informasi yang datang pada mereka. Disinilah lingkungan berperan penting dalam memberikan pasokan informasi dan stimulus bagi perkembangan otak anak.

Muncul pertanyaan manakah yang lebih penting bagi perkembangan otak anak: faktor keturunan atau faktor pengasuhan oleh lingkungan? Dan sejauh mana lingkungan berperan dalam menstimulasi perkembangan otak anak? Menjawab pertanyaan ini ada ahli yang mengatakan bahwa faktor keturunan lebih penting daripada faktor lingkungan, ada pula ahli yang mengatakan bahwa faktor lingkungan lebih penting daripada faktor keturunan. Dalam hal ini, penulis sependapat dengan pernyataan bahwa faktor lingkungan lebih penting daripada faktor keturunan. Seorang anak berbakat yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang memberikan stimulus yang tepat baginya tidak akan dapat mengembangkan bakatnya dengan mudah. Donny Usman, S. Psi., Psi. mengatakan, “Bayangkan bila seorang Albert Einstein tumbuh dalam lingkungan yang kurang kondusif, tentunya kejeniusannya tidak akan dapat muncul.”

Lingkungan, dalam hal ini orangtua maupun anggota keluarga lainnya, dapat memberikan stimulus yang tepat melalui permainan. Dengan bermain, anak melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitarnya dan memperoleh informasi yang berharga baginya kelak. Melalui permainan pula, anak akan mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya, mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus, keterampilan berbahasa, kepekaan sosial dan emosinya. Yang harus diperhatikan selama bermain, ujar Donny, adalah:

  • Sedapat mungkin hindari pemakaian kata “jangan” dan gunakan kata-kata yang lebih positif.
  • Beri kesempatan pada anak untuk bereksplorasi meskipun akibatnya rumah akan menjadi kotor dan berantakan. Ingat bahwa kebahagiaan anak lebih berharga ketimbang penampilan rumah.
  • Bersenang-senanglah bersama anak karena mereka tumbuh lebih cepat dari yang Anda kira.
  • Nikmati proses bermain itu sendiri, jangan terpaku pada hasilnya.
  • Buatlah rencana mengenai permainan yang akan dilakukan bersama anak dan siapkan beberapa alternatif. Biarkan anak memilih sendiri alternatif permainan yang akan dimainkan.

Dan yang tidak kalah penting, lanjut Donny, adalah bahwa orang yang akan mengajak anak bermain harus berada dalam kondisi senang, peralatan bermain telah dipersiapkan dengan baik, dan bermain harus dilakukan pada waktu yang tepat.

Sekali lagi perlu digarisbawahi bahwa bermain bertujuan untuk mengembangkan potensi anak. Oleh karena itu, luangkan waktu Anda untuk bermain bersama anak, serta pilihlah permainan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

 Penulis: Yulaecha Padma Ichwanny