Bidan Diminta Mengedepankan Konseling Dalam Melayani KB

Pontianak (29/9/14) Bidan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi bagi masyarakat diminta mengedepankan proses konseling. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Bidang pelatihan dan Pengembangan, Drs. Gun Djamani, ketika membuka pelatihan Komunikasi Inter Personal/Konseling (KIP/K) menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) ber-KB angkatan VIII, yang berlangsung Senin (29/9/14) di Aula Kencana BKKBN Kalbar. Menurut Gun Djamani, proses konseling ini perlu dikedepankan agar sesuai mekanismenya yang berlaku dimana masyarakat, khususnya Pasangan UsiaSubur (PUS), mengambil keputusannya sendiri dalam memilih alat kontrasepsi KB. “Saya minta agar para bidan yang dilatih ini lebih mengedepankan proses konseling, dan membantu klien dalam memilih alat maupun obat kontrasepsi sesuai keinginannya,” tegas Gun Djamani. Menurutnya, dalam proses konseling, bidan hanya diperbolehkan memberikan informasi sebenar-benarnya, baik keunggulan maupun kemungkinan efek samping dari tiap alat kontrasepsi, dan membantu apabila klien mengalami kesulitan.

Seperti angkatan sebelumnya, pelatihan yang berlangsung hingga tanggal 3 Oktober ini juga diisi dengan kegiatan praktek konseling dengan mendatangkan klien. Diharapkan dengan praktek ini nantinya di lapangan bidan yang menjadi peserta pelatihan semakin terampil dalam memberikan konseling kepada masyarakat. (by Adi)