Sitename

Description your site...

BIDAN DIMINTA TINGKATKAN PEMAKAIAN MKJP

Pontianak (04/05/15) Pemakaian alat dan obat kontrasepsi Metode Kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) di provinsi kalimantan Barat dinilai masih rendah. Bahkan secara nasional pencapaian MKJP di Kalbar termasuk yang kurang menggembirakan. Berkaitan dengan kenyataan tersebut ketika membuka Pelatihan KIP/Konseling Alat bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) yang berlangsung mulai Senin (04/05/15) di Pontianak, Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kabid Latbang Drs.Gun Djamani berpesan kepada bidan yang menjadi peserta pelatihan, untuk meningkatkan sosialisasi sekaligus konseling MKJP kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah masing-masing. “kami banyak berharap kepada bidan-bidan yang rata-rata masih muda ini untuk meningkatkan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) sekaligus konseling MKJP kepada PUS di wilayah kerja masing-masing” pinta Gun Djamani. Menurutnya pemakaian MKJP dinilai lebih efektif, aman, sekaligus menjamin keberlangsungan KB. Walaupun diakui banyak ditemui kendala dilapangan, pihaknya minta kepada para bidan untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan SKPD KB atau PLKB di daerah masing-masing, sehingga dapat memperlancar operasional pelayanan KB di lini lapangan.

Pada bagian lain sambutannya Drs.Gun Djamani mengemukakan, 54 persen pelayanan dan informasi  Pasangan Usia Subur (PUS) di Kalimantan barat disampaikan oleh bidan, selebihnya disampaikan oleh tenaga kesehatan, PLKB, motivator, maupun dari sumber media elektronik maupun cetak lainnya. Besarnya kontribusi bidan ini membuktikan besarnya peran bidan dalam kepersertaan dan keberlangsungan pelayanan KB di masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mengapresiasi peran serta tenaga bidan tersebut, sekaligus mengharapkan agar terus ditingkatkan demi tercapainya program  pengendalian jumlah kelahiran, dan mengurangi angka kematian ibu maupun bayi yang dilahirkan.

Drs.Gun Djamani mengingatkan ketika melakukan praktek konseling dengan calon akseptor maupun akseptor KB menggunakan ABPK angkatan sebelumnya terungkap bahwa masih banyak akseptor KB yang dihadirkan sebagai klien dalam praktek ini masih menggunakan kontrasepsi hormonal yakni PIL dan suntik. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat khususnya akseptor KB masih terfokus pada Pil dan suntik, dan belum banyak yang mengerti dan memahami kontrasepsi MKJP. Kalaupun mengetahui kontrasepsi MKJP, mayoritas justru informasi yang kurang lengkap bahkan cenderung bersifat rumor sehingga masyarakat enggan menggunakan MKJP khususnya IUD/spiral dan Implan.  Untuk itu pihaknya minta agar para bidan untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap sehingga masyarakat mengerti dan paham terhadap kontrasepsi MKJP yang dinilai lebih efektif, aman dan relatif kecil dampaknya terhadap akseptor.

Pelatihan KIP/K menggunakan  ABPK angkatan V yang berlangsung mulai tanggal 5 sampai dengan 8 Mei 2015,  ini diikuti 25 Bidan dari kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya. (by Adi)

Tags:

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.