Kelas Berbagi #2: Bimbingan Program GenRE

No comment 532 views

Setelah sebelumnya berbagi di tiga kabupaten yakni, Kabupaten Sintang, Melawi dan Kabupaten Sekadau, Duta Mahasiswa Kalbar 2014 melanjutkan perjalanannya dalam rangka bimbingan dan pembinaan Program GenRe di Kalimantan Barat dengan melakukan kunjungan ke empat kabupaten, yakni Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Singkawang.

Perjalanan untuk Kelas #Berbagi di Kabupaten Landak dimulai pada hari kamis, 12 Februari 2015 pukul 15.30 WIB menggunakan kendaraan bermotor dan sampai pada pukul 19.00 WIB di Kecamatan Sengah Temila, Kab. Landak. Kelas #Berbagi di Kabupaten Landak dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada hari Jumat, 13 februari 2014 dengan mengunjungi 2 sekolah yaitu SMAN 1 Sengah Temila pada pukul 08.00-11.00 WIB (#Berbagi di kelas XII IPA dan XII IPS) dan dilanjutkan pada sore hari pukul 15.00 WIB mengunjungi SMA Santo Benediktus Pahauman Kabupaten Landak (#Berbagi di 5 kelas yaitu 3 kelas XII IPS dan 2 kelas XII IPA).
Hari kedua, Sabtu, 14 Februari 2015, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Bengkayang dan mengunjungi SMAN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang pada pukul 10.00-12.00 WIB. Kegiatan #Berbagi diikuti oleh siswa/siswi kelas XII. Kelas #Berbagi pada pukul 14.00-15.30 WIB dilanjutkan dengan mengunjungi SMA Borneo Kabupaten Bengkayang dan sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang memiliki kelompok PIK R, namun sudah satu tahun ini kelompok PIK R tidak berjalan dengan baik.

Hari ketiga minggu, 15 Februari 2015 perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Sambas dan mempersiapkan fasilitasi pengembangan kelompok PIK R SMAN 1 Kabupaten Sambas. Senin, 16 Februari 2015 pada pukul 08.00-10.00 WIB kegiatan #Berbagi dilanjutkan di SMAN 1 Kabupaten Sambas dan #Berbagi di 2 kelas (XI IPS 2 dan XB). SMAN 1 Kabupaten Sambas merupakan salah satu sekolah yang memiliki kelompok PIK dan terkenal sangat aktif. Kelompok PIK R ini bernama GALAXY dimana sekarang memasuki usia ke-3. Namun kelompok PIK R ini memiliki banyak kendala salah satunya adalah keaktifan anggota dan banyak anak-anak yang memilih keluar dari PIK R. Saat ini PIK R GALAXY hanya memiliki anggota berjumlah 12 orang yang terdiri dari siswa/siswi kelas 1.

Hari ke 5 selasa, 17 Februari 2015, kelas #Berbagi dilanjutkan ke Kota Singkawang dengan mengunjungi SMAN 2 Kota Singkawang yang merupakan salah satu sekolah dengan kelompok PIK Unggulan Kalimantan Barat. Kelas #Berbagi di SMAN 2 Kota Singkawang dilakukan dikelas XII sebagai upaya pencegahan pernikahan dini dan mempersiapkan remaja menuju pendidikan yang lebih tinggi agar memotivasi remaja meraih mimpi-mimpi yang besar dengan usaha yang besar pula. Kota singkawang merupakan salah satu kota yang ada di Kalimantan Barat dengan masalah remaja yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya angka kehamilan di usia dini dan juga masalah TRIAD KRR lainya.

Kegiatan #Berbagi yang dilakukan di Kabupaten Landak, Bengkayang, Sambas, serta Kota Singkawang dengan mendatangi tujuh Sekolah dan mengkampanyekan isu-isu TRIAD KRR serta PUP kepada kurang lebih 900 siswa/siswi. Selain melakukan kegiatan di dalam kelas, Duta Mahasiswa Kalbar 2014 juga berkesempatan untuk menjumpai kelompok-kelompok PIK R yang ada dan mendengarkan masalah-masalah yang mereka hadapi terkait pengelolaan PIK R disekolah. “Kelas #Berbagi membuka mata saya dan mengajarkan saya banyak hal karena masalah remaja yang terjadi disekitar kita tidaklah sesederhana kedengarannya, banyak diantara masalah tersebut yang terjadi melibatkan lingkungan keluarga sebagai penyebab utamanya”, tutur Antok dengan nada sedih.

Menurut Antok, masalah yang paling banyak ditemui dari empat wilayah tersebut yakni kehamilan di usia dini, banyaknya anak-anak PUNK, anak-anak yang menggunakan NAPZA, dan pelacuran yang dilakukan oleh anak. Saat ini kasus-kasus tersebut bahkan sudah menyentuh anak-anak pada jenjang sekolah dasar karena tingginya konsumsi film porno oleh anak-anak tersebut. Hal lainnya menjadi berjenjang ketika mereka masuk kedalam pendidikan yang lebih tinggi, wajar apabila kita temui anak-anak sekolah menengah pertama banyak yang dikeluarkan karena kasus kehamilan diluar nikah.
to be continued… #3

(Sumber: Bidang KS/PK Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar, Subbid Bina Ketahanan Remaja)