Kelas Berbagi, Bimbingan dan Pembinaan Program GenRE

Perjalanan kali ini adalah perjalanan ketiga Duta Mahasiswa Kalbar 2014 dalam rangka bimbingan dan pembinaan Program Genre di Kalimantan Barat. Kegiatan kali ini adalah kunjungan ke Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Mempawah. Berikut hasil kegiatan Duta Mahasiswa Kalbar 2014 secara lengkap.

Jumat – sabtu, 27-28 Februari 2015 kelas #Berbagi dilakukan di Kabupaten Sanggau dengan mendatangi 3 sekolah yaitu SMPN 3 Sanggau (kelas VIIA/B), SMA PGRI (kelas XI, X) Kabupaten Sanggau, dan SMAN 3 (Kelas XD, XE) Kabupaten Sanggau. Selain #Berbagi kepada siswa dan siswi, Duta Mahasiswa Kalbar juga mengumpulkan beberapa kelompok PIK R sekolah untuk menggali potensi yang dimiliki terkait pengelolaan dan pengembangan kelompok PIK R yang ada. “Ada 3 kelompok PIK R yang hadir dari SMP dan SMA yang telah didatangi pada hari sebelumnya”, jelas Duta Mahasiswa Kalbar, Antok.

Antok menilai bahwa, permasalahan yang tergali di Kabupaten Sanggau sangatlah mengejutkan karena sudah memasuki status yang gawat dimana salah satunya adalah keberadaan kost-kost pelajar yang sering dijadikan sebagai tempat mesum, tingginya angka pengguna lem sebagai zat candu, dan yang tidak kalah mengejutkan adalah kasus dikeluarkannya 3 remaja putri kelas 1 SMP karena hamil diluar nikah. Kelas #Berbagi yang konsern pada isu pernikahan dini remaja mengajak remaja untuk membuat action plan dimana kegiatan-kegiatan sederhana yang dapat remaja akses atau ikuti untuk pengembangan potensi diri.

Senin-Selasa, 2-3 Maret 2015 kelas #Berbagi berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Mempawah dan bertemu dengan pelajar di SMAN 1 Mempawah (kelas XA, XB), SMA Muhammadiyah (kelas X) dan SMAN 1 Sungai Pinyuh (regenerasi kelompok PIK R). “Kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Mempawah juga memberikan saya kesempatan untuk bertemu dan juga berdiskusi terkait kendala pengembangan kelompok PIK R yang ada, salah satunya adalah kurangnya pendampingan dari SKPD KB dan banyak diantara kelompok PIK R yang vacum karena bingung dengan prosedur atau bagaimana mengembangkan kelompok PIK R mereka”, Jelas Antok bersemangat.

Antok menambahkan bahwa kendala pengembangan kelompok PIK R tidak didapatkan dari sekolah itu sendiri karena guru serta kepala sekolah cenderung mendukung serta memberikan support dalam benyak hal, namun kembali lagi kepada pendampingan yang dilakukan oleh SKPD KB yang dirasa belum maksimal.
Kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Mempawah merupakan wilayah terakhir kelas #Berbagi dalam mengkampanyekan PUP dan masalah-masalah lain TRIAD KRR. Kelas #Berbagi pada dua wilayah ini kurang lebih telah mengkampanyekan masalah PUP dan TRIAD KRR kepada 400 Siwa/siswi. Antok menambahkan bahwa agenda pertama kelas #Berbagi telah selesai dilakukan dan akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan yang besifat pendampingan kepada kelompok-kelompok PIK R melalui Asosiasi PIK R/M Kalimantan Barat sehingga kelas #Berbagi dapat terus berlanjut menjadi program yang berkelanjutan.

the end…see U in the next journey.

(Sumber: Bidang KS/PK Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar, Subbid Bina Ketahanan Remaja)