BKKBN KALBAR GANDENG TENAGA PENDIDIK SOSIALISASIKAN MATERI KEPENDUDUKAN

Pontianak (4/11/2014) Menyikapi masih tingginya angka kelahiran (TFR) dan angka remaja umur 15 sampai 19 tahun yang melahirkan (ASFR)  di Kalimantan Barat  yang masih tinggi, Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, menjalin kemitraan dengan tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pontianak. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dalam sambutannya yang diwakili Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan, Drs. Gun Djamani, pada pembukaan Sosialisasi Diseminasi Materi Pembekalan Kependudukan kepada Mitra Kerja (Tenaga Pendidik) yang berlangsung Selasa (4/11/14) di Pontianak mengatakan bahwa tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam turut mensosialisikan materi kependudukan. “Saya memandang untuk menurunkan angka TFR yang mencapai 3,1 dan ASFR yang mencapai 104 di Kalimantan Barat, memerlukan upaya strategis, antara lain melalui pemberdayaan tenaga pendidik, agar dapat menyebarluaskan materi kependudukan kepada siswa sekolah sejak dini,” papar Gun Djamani. Menurutnya, kalaupun materi kependudukan tidak dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, setidaknya dalam beberapa kesempatan seperti ekstra-kurikuler dapat memasukkan pesan-pesan kependudukan antara lain perlunya pembatasan jumlah kelahiran, maupun pendewasaan usia perkawinan.

Pada bagian lain sambutannya, Drs.Gun Djamani mengemukakan bahwa dewasa ini  Provinsi Kalimantan Barat juga dihadapkan pada perlunya upaya mempersiapkan infrastruktur  dan kebijakan dalam upaya menyambut bonus demografi. Pasalnya bonus demografi, yang indikatornya adalah jumlah usia produktif yang relatif sama atau lebih banyak dengan usia non-produktif, merupakan peluang emas untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini. “Ini perlu saya sampaikan mengingat tenaga pendidik memiliki peran yang strategis dan langsung berhubungan dengan siswa, sehingga nantinya lulusan sekolah dapat terserap dalam lapangan kerja, atau bahkan mampu membuka lapangan kerja, minimal untuk dirinya sendiri”  ungkap Gun Djamani. 

Kegiatan Sosialisasi Diseminasi Materi Pembekalan Kependudukan kepada Mitra Kerja (Tenaga Pendidik) yang berlangsung selama 3 hari dan diikuti 120  guru tingkat SD, SMP, SMA dan SMK ini diisi dengan pemaparan materi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidik dalam perspektif pendidikan kependudukan, hasil kajian kependudukan, dan  materi pembekalan guru. (by Adi)