Sitename

Description your site...

BKKBN Kalbar Pantau Terus Perkembangan Kajian Kependudukan Mahasiswa 2015

(Pontianak-21/8) Sebagai bagian dari proses pemberian bantuan penulisan kajian kependudukan yang dilakukan oleh para mahasiswa, subbidang Analisis Dampak Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat terus melakukan pemantauan perkembangan kajian yang tengah mereka lakukan. Bertempat di ruangan kepala bidang Pengendalian Penduduk,  jum’at ini (21/8), para mahasiswa yang berkesempatan memperoleh bantuan tersebut berkumpul untuk melaporkan hasil sementara kajian mereka.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Gugus Suprayitno, M.Si, lima peneliti menyampaikan progress atas kajian mereka. Secara umum, tidak ada kendala yang berarti dalam proses penulisan kajian mereka. Gugus sendiri berharap agar kajian tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangai bersama. Gugus tidak ingin ada kajian yang terlambat pada saat waktu penyerahan nantinya, mengingat keterlambatan akan berpengaruh pada proses administrasi. “Selain itu, akan ada sanksi tertentu jika proses penyelesaian kajian tidak sesuai waktu”, jelas Kabid Dalduk.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Dalduk menjelaskan bahwa kajian kali ini merupakan kajian pertama yang dilakukan bekerjasama dengan mahasiswa. Jika kajian kali ini sukses, dalam arti tidak hanya mengejar kuantitas namun kualitas dari kajian itu sendiri, maka tahun berikutnya akan diusahakan untuk menambah kuota yang lebih banyak lagi. “Jika tahun ini hanya ada lima kajian yang dibiayai, tahun depan diusahakan anggaran untuk kajian dua kali lipat jumlahnya. Siapa tahu adik-adik kalian, teman-teman kalian atau saudara kalian bisa mendapatkan bantuan seperti yang diterima kalian saat ini?”, ungkap Gugus kepada lima mahasiswa tersebut.

PANTAUAN KAJIAN

Menurut Gugus Suprayitno, tujuan yang diharapkan dari penulisan kajian kependudukan ini yakni munculnya ketertarikan khususnya mahasiswa atas permasalahan kependudukan yang dampaknya sangat luas. Dari ketertarikan tersebut diharapkan akan muncul pemahaman dan kesadaran bahwa permasalahan kependudukan harus segera diantisipasi sedini mungkin ataupun minimal harus dicarikan solusi agar kedepannya tidak membawa dampak yang lebih menyengsarakan.

 PANTAUAN KAJIAN1

Kabid Dalduk berharap, dari kajian yang mereka lakukan akan ada jalan keluar atas permasalahan kependudukan yang terjadi terutama di Kalimantan Barat. Seperti yang dilakukan oleh Ayuning Aulia yang menyoroti tentang banyaknya kejadian nikah muda di salah satu kecamatan di Kabupaten Sambas. Hasil sementara kajian yang dilakukannya menemukan bukti bahwa kondisi sosial budaya di daerah tersebut memang memberikan peluang bagi remaja untuk melakukan pernikahan pada usia yang masih sangat muda. Ayuning Aulia berharap kepada pemerintah daerah agar secepatnya memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang bahayanya nikah usia muda dimana kondisi fisik maupun psikologis yang masih belum stabil. “Jangan sampai kegagalan setelah mereka menikah akan kembali menjadi beban kepada orang tuanya”, tambah Ayuning Aulia. (tan)

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.