BKKBN Kalbar Sosialisasikan Kependudukan di SMA Negeri 2 Sungai Raya

sma 2 sungai raya(Sungai Raya-14/11) Bertempat di salah satu lokal kelas SMA Negeri 2 Sungai Raya, sabtu pagi (14/11), tim dari BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan sosialisasi kependudukan kepada siswa-siswi SMA tersebut. Kegiatan yang diisi dengan pemaparan materi kependudukan tersebut merupakan salah satu kegiatan untuk menyampaikan isu-isu kependudukan yang terjadi di sekitar kita. Dipimpin oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Prov Kalbar, Drs, Gugus Suprayitno, M.Si, beberapa materi yang disampaikan selain isu-isu kependudukan, yakni gagasan tentang konsep sekolah siaga kependudukan serta pengetahuan dasar tentang demografi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sungai Raya, Dra. Darsita, M.Pd, yang mendapingi Kabid Dalduk dalam acara pembukaan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BKKBN Kalbar atas dilaksanakannya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah berharap agar materi-materi yang disampaikan dapat dimengerti, diambil makna dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kaitannya dengan permasalahan kependudukan sekarang ini. Selain itu, Kepala Sekolah juga berharap agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mengingatkan kepada anak didik tentang dampak pertumbuhan jumlah penduduk yang berefek pada multi dimensi.

Selain Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Kalbar, hadir pula Kepala Bidang KS/PK, Ir. Aulia A. Arief, M.Si yang menyampaikan Program PIK R atau Pusat Informasi dan Koseling Remaja kepada para siswa. Aulia Arief berharap bahwa di SMA 2 Sungai Raya nantinya bisa terbentuk kelompok PIK untuk memasyarakatkan “Kalbar Bisa plus” yakni Bisa Tolak Seks Bebas, Tolak Napza, Tolak HIV/AIDS dan satu lagi Tadak Kawen Muda. Aulia menjelaskan bahwa HIV/AIDS merupakan dampak ikutan atau diistilahkan dengan bonus atas perilaku seks bebas dan Napza, artinya jika seseorang telah terbiasa melakukan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan serta akrab dengan Narkoba dan zat psikotropika, bisa dipastikan HIV/AIDS akan mengikutinya. Untuk itu, Aulia berharap kepada seluruh siswa untuk tidak melakukan ketiga hal tersebut supaya bisa menjadi generasi emas kedepannya. Satu lagi program yang ditawarkan Kepala Bidang KS/PK yakni Pendewasaan Usia Perkawinan yang dimaksudkan supaya para siswa tidak terjebak pada pernikahan usia dini. Cara yang bisa ditempuh dalam rangka pendewasaan usia perkawinan banyak sekali, salah satunya melalui pendidikan. “Dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya, otomatis seseorang sudah berkontribusi terhadap peningkatan usia kawin”, ujar Aulia. (tan)

sma 2 sungai raya2