Capacity Building Bagi Eselon IV di Lingkungan Kedeputian Pengendalian Penduduk

Capacity Building Bagi Eselon IV di Lingkungan Kedeputian Pengendalian Penduduk
Capacity Building Bagi Eselon IV di Lingkungan Kedeputian Pengendalian Penduduk

Tahun 2013 merupakan tahun strategis dalam meletakkan dasar-dasar kebijakan dan strategi pembangunan kependudukan dan KB. Untuk merumuskan kebijakan dan strategi dalam mencapai sasaran Rencana Strategis (Renstra) 2010-2014 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013, maka telah dilaksanakan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2013 (Rakernas KKB 2013). Rakernas tersebut telah dapat meningkatkan komitmen politis dan operasional dari para stakeholder dan mitra kerja yang menentukan keberhasilan Program Kependudukan dan KB di tahun 2013 sehingga sasaran RPJMN 2010-2014 dapat tercapai.

Dalam memahami hasil-hasil Rakernas perlu dilakukan capacity building bagi kepala seksi untuk meningkatkan kemampuan menjabarkan dalam kegiatan operasional di lapangan. Kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan POA oleh Kepala Subbidang atau Eselon IV masing-masing provinsi.

Kegiatan Capacity Building bagi Eselon IV di Lingkungan Kedeputian Pengendalian Penduduk dilaksanakan oleh BKKBN Pusat bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2013 hingga Jumat, 5 April 2013 di Hotel Gino Feruci, Ruang Bolzano Lt. 3, Jl. Braga No. 67 Bandung, Jawa Barat. Tema yang diangkat adalah “Melalui kegiatan capacity building kita tingkatkan profesionalisme Eselon IV dalam upaya percepatan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 Program Kependudukan dan Keluarga Berencana”.

Acara pada hari Selasa, 2 April 2013 dibuka dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk menyampaikan laporan panitia penyelenggara. Selanjutnya adalah Sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat (Ir. Siti Fathonah, MPH) dan Sambutan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dr. Wendy Hartanto, MA) sekaligus membuka kegiatan capacity building.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat (Ir. Siti Fathonah, MPH) mengharapkan agar Eselon IV Bidang Pengendalian Penduduk lebih bijak dalam memahami isu-isu kependudukan. Peserta juga diharapkan mampu membaca dan menganalisis parameter kependudukan secara holistik sehingga memahami keterkaitan suatu parameter kependudukan dengan aspek-aspek lainnya seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Misalnya memahami keterkaitan antara kuantitas penduduk dengan ketahanan pangan. Selain itu, beliau berpesan agar grand design kependudukan hendaknya dijadikan pijakan dalam melaksanakan program pembangunan yang people-centered.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dr. Wendy Hartanto, MA) dalam sambutannya menyatakan bahwa diperlukan strategi-strategi baru untuk mengatasi masalah-masalah demografi. Oleh karena itu, pada tahun 2013 ini akan ada akselerasi program KKB di 10 provinsi di Indonesia yang total jumlah penduduknya meliputi 70% dari jumlah penduduk di Indonesia. Salah satu dari 10 provinsi ini adalah Jawa Barat. Pada tahun ini akan ditambah 3 provinsi lagi yakni: Papua, Papua Barat, dan NTT. Beliau juga mengharapkan agar Bidang Dalduk bisa mencari tahu akar permasalahan kependudukan dan menyiapkan sebuah peta masalah yang dapat menggambarkan kondisi di tiap kabupaten/kota yang ada. Selanjutnya, Bidang Dalduk diminta untuk bisa memberi rekomendasi kepada para pemangku kebijakan.

Setelah rehat, acara dilanjutkan dengan paparan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dr. Wendy Hartanto, MA) berjudul Strategi dan Kegiatan Pokok Kedeputian Bidang Pengendalian Penduduk 2013-2014. Dalam paparannya, Deputi Dalduk menyampaikan:

– Data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersifat pasif (stetsel passive), hanya menunggu inisiatif dari masyarakat untuk melaporkan vital event seperti kelahiran, kematian, dan perpindahan. BKKBN harus peduli dengan masalah ini dengan mempromosikan agar tiap anak yang lahir segera dibuatkan akte lahir.

– Diharapkan BKKBN menjadi bank data kependudukan meskipun sumber data dari berbagai instansi seperti Dinkes, BPS, dsb (compiling data).

Setelah sesi tanya-jawab dan istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan paparan oleh Drs. Satrijo Pramono Hindarto, M.Sc selaku Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk merangkap PLT Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk. Kemudian paparan oleh Drs. Suyono Hadinoto, M.Sc selaku Direktur Analisis Dampak Kependudukan (materi di buku).

Acara berikutnya adalah paparan oleh Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan (Eddy Hasmi) yang antara lain berisi:

Jalur formal artinya masuk kedalam kurikulum sekolah. Bila sekedar memberikan sosialisasi di sekolah selama dua jam, maka itu adalah jalur informal. Kegiatan yang hanya dilakukan secara hit-and-run, tidak akan berdampak. Kegiatan yang tersistem akan membawa dampak yang signifikan.

  • Jalur nonformal dapat disisipkan dalam bentuk pelatihan. Upayakan untuk insert pendidikan kependudukan dalam pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemda.
  • Jika ingin mempengaruhi orang lain dalam hal kependudukan, kita harus punya senjata berupa data dan informasi kependudukan yang akurat.
  • Fokus DITPENDUK adalah population dynamic and sustainable development.

Sebelum acara diakhiri, peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasar direktorat masing-masing. DITJAKDUK dan DITRENDUK pada hari Rabu, 3 April 2013 melanjutkan kegiatan di Ruang Bolzano lantai 3; DITDAMDUK di Ruang Palermo lantai 2; dan DITPENDUK di Ruang Palazzi lantai 5.

Acara Rabu, 3 April 2013 dibuka oleh Direktur RENDUK sekaligus PLH Direktur Jakduk (Drs. Satrijo Pramono Hindarto, M.Sc), dilanjutkan dengan presentasi Pak Ukik Kusuma dan Asep Sulaimani. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan Ibu Anita Dini (Materi Kosi Pemanfaatan RENDUK) dan istirahat makan siang. Setelah makan siang, paparan DITJAKDUK oleh Bapak Syaefuddin.

Paparan POA tiap direktorat disampaikan pada hari Kamis, 4 April 2013 dan dimoderatori oleh Bapak Lalu Makripudin. Dilanjutkan dengan penutupan oleh Bapak Eddy Hasmi. Dalam arahannya, beliau meminta agar para peserta tidak pernah berhenti belajar.

Recommended For You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *