Capacity Building Perencanaan Kebijakan Kependudukan Berbasis Data

PONTIANAK, 29-30 OKTOBER 2013

Kegiatan Capacity Building Perencanaan Kebijakan Kependudukan merupakan kelanjutan dari kegiatan Workshop Dasar-Dasar Demografi dan kegiatan Capacity Building Analisis Kebijakan Kependudukan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu dalam menyusun Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini sedang disusun. Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan staf di Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat tentang perencanaan Program Kependudukan dan KB berbasis data-data kependudukan akan meningkat. Kegiatan ini juga diikuti oleh mitra kerja dari Koalisi Kependudukan Kalimantan Barat, IPADI Kalimantan Barat, dan Koalisi Muda Kependudukan Kalimantan Barat.

Kegiatan capacity building diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 29-30 Oktober 2013 di Hotel Orchardz, Ruang Magnolia II Lantai 6, Jl. Perdana Pontianak. Bertindak sebagai pemateri adalah pengurus Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi (LDFE) Universitas Indonesia dan dari BKKBN Pusat:

– DR. Sonny Harry B. Harmadi

– Ir. Zainul Hidayat, M. Si

– Badrun Nuzul Mariun, SE, MM

– Yulinda, S.Sos, MPH

– Ayu Rahmawati, ST

Disini peserta diajari tentang: konsep dan pengukuran data; analisis deskriptif; cara menginterpretasikan tabel; perencanaan, evaluasi program dan kebijakan kependudukan; serta sistem pencatatan dan pelaporan pendataan keluarga. Peserta lalu dibagi menjadi tiga kelompok untuk berdiskusi dan menganalisis data yang disiapkan oleh pemateri, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya.

Dalam paparannya, DR. Sonny Harry B. Harmadi menyampaikan beberapa hal, antara lain: penyusunan program harus dibuat berdasar data yang jelas dan akurat. Oleh karenanya, jumlah penduduk merupakan data yang vital untuk perencanaan pembangunan. Hal ini tidak lepas dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang bersifat people-centered.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyatakan pentingnya memahami metodologi pengumpulan data sebelum memahami dan membaca data. Misalnya SDKI 2012 berbeda dari SDKI 2007 karena SDKI 2007 hanya mensurvei perempuan kawin usia subur, sementara SDKI 2012 mensurvei semua perempuan usia subur, kawin maupun tidak.