Sitename

Description your site...

Dasar dasar Demografi

Dasar dasar Demografi

Contraceptive Prevalence Rate

Demografi berasal dari Bahasa Yunani: demos dan grafein. Demos artinya rakyat atau penduduk, sementara grafein berarti menulis atau tulisan. Dengan demikian, demografi berarti tulisan atau karangan mengenai penduduk. Kata demografi pertama kali diperkenalkan oleh Achille Guillard dalam bukunya Elements de Statistique Humaine on Demographic Compares yang terbit pada tahun 1885. Donald J. Bogue, yang kerap disebut sebagai bapak kependudukan, dalam bukunya Principles of Demography, mengemukakan bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang jumlah, komposisi, distribusi penduduk, serta perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya lima komponen demografi (fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial).

Ada tiga jenis sumber data kependudukan, yakni sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi vital. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan, tergantung metode pengumpulan, validitas, reliabilitas, cakupan data, landasan hukum, serta perilaku masyarakat dan pelaksana pengumpulan data.

Sensus adalah data-data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut seluruh penduduk pada waktu tertentu di suatu wilayah tertentu. Contoh: Sensus Penduduk dan Pendataan Keluarga. Sensus Penduduk di Indonesia diadakan setiap 10 tahun sekali, pada tahun yang berakhiran 0. Sensus penduduk pertama kali dilaksanakan pada tahun 1961, kemudian pada tahun 1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir adalah tahun 2010. Sensus penduduk bersifat de facto. Artinya pendataan dilakukan terhadap warga sesuai lokasi dimana warga berada saat sensus dilaksanakan. Mencakup suatu wilayah administartif tertentu, biasanya menggunakan batasan administratif negara.

Keunggulan sensus adalah datanya dianggap paling akurat, cakupannya lengkap, terbebas dari pengaruh kesalahan sampel (sampling error), dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, dapat digunakan sebagai sampling frame untuk survai lain. Sedangkan kelemahan sensus antara lain: biaya sangat mahal karena harus mendata seluruh penduduk di suatu wilayah. Sensus penduduk periode 10 tahunan, kemungkinan setelah beberapa tahun sudah banyak perubahan. Kelemahan terakhir sensus adalah adanya kemungkinan bahwa tidak semua penduduk tercacah karena dilakukan secara serentak dalam kurun waktu tertentu.

Jenis data kedua adalah survei penduduk. Survei menjaring data-data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut sebagian penduduk (sampel) pada waktu tertentu di suatu wilayah tertentu. Contoh: Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Istilah survei umumnya digunakan oleh para peneliti sosial untuk memperoleh informasi yang lebih rinci dan spesifik, seperti: pengetahuan, sikap, pendapat, perilaku, harapan penduduk terhadap suatu hal. Survei dapat dilaksanakan kapan saja sesuai kebutuhan.

Registrasi adalah kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa-peristiwa lahir, mati, perkawinan, perceraian, adopsi, dan migrasi sejak lahir sampai mati. Registrasi yang berhubungan dengan kehidupan disebut ‘registrasi vital’, hasilnya disebut ‘statistik vital’. Data yang diperoleh dari registrasi vital bersifat de jure, berdasarkan tempat tinggal. Artinya seseorang yang memiliki KTP Pontianak, terdata sebagai penduduk Pontianak, meskipun saat ini ia tinggal di Sekadau. Data registrasi vital lebih baik dibanding sensus, tetapi di Indonesia belum dapat terlaksana dengan baik. (ypi)

No Responses

Leave a Reply