Sitename

Description your site...

Hasil Sementara Survei Indikator Kinerja Program KKBPK (RPJMN) Tahun 2015

Hasil Sementara Survei Indikator Kinerja Program KKBPK (RPJMN) Tahun 2015

Arah kebijakan Pemerintah Kabinet Kerja 2015-2019 adalah Nawa Cita. Visi BKKBN terkait dengan Nawa Cita dalam agenda prioritas kelima yaitu Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Sasaran Pembangunan Kependudukan dan KB yang ingin dicapai sampai tahun 2019 diukur keberhasilannya dengan beberapa indikator.

Hasil kinerja BKKBN dalam mewujudkan prioritas kelima Nawa Cita dapat diukur berdasar hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), Susenas, dan catatan rutin. Sementara kinerja BKKBN dapat diukur dari hasil Survei RPJMN. Survei Indikator Kinerja KKBPK, atau yang biasa disebut Survei RPJMN, merupakan survei pelengkap dari survei-survei yang sudah ada untuk mendata indikator kinerja BKKBN yang belum disurvei, seperti keterpaparan media, ketahanan dan pemberdayaan keluarga. Survei RPJMN ini lebih bersifat evaluasi terhadap pelaksanaan program, sekaligus untuk memotret hasil kinerja yang telah dilakukan oleh pelaksana program. Survei ini dilakukan setiap tahun untuk dapat memberi gambaran hasil kinerja setiap provinsi dan secara nasional.

Survei RPJMN bertujuan untuk mengetahui informasi tentang: Keluarga Berencana (KB), ketahanan dan pemberdayaan keluarga, Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), kependudukan, dan keterpaparan media. Survei RPJMN tahun 2015 merupakan survei berskala nasional yang mencakup 34 provinsi, 502 kabupaten/kota, 1856 Blok Sensus (BS), dan 44.904 keluarga sebagai responden.

Adapun indikator kinerja BKKBN yang diukur dalam RPJMN tahun 2015 meliputi: persentase PUS yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang semua jenis metode kontrasepsi modern; persentase keluarga yang memiliki pemahaman dan kesadaran tentang fungsi keluarga; indeks pengetahuan remaja tentang KRR (GenRe); persentase masyarakat yang mengetahui tentang isu kependudukan; persentase PUS anggota BKB, BKR, BKL, UPPKS yang mendapat pembinaan kesertaan ber-KB; persentase anggota BKB, BKR, BKL, UPPKS yang melaksanakan delapan fungsi keluarga; persentase keluarga yang mempunyai balita dan anak memahami dan melaksanakan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang balita dan anak; serta persentase PUS, WUS, remaja, keluarga yang mendapat informasi program KKBPK melalui media massa (cetak, elektronik), media luar ruang, media lini bawah serta media lini lapangan.

Hasil survei RPJMN 2015 memperlihatkan bahwa persentase PUS yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang semua jenis metode kontrasepsi modern (9 jenis) secara nasional relatif rendah (7,4%), padahal target tahun 2015 ditetapkan 16%. Hanya Provinsi Bali yang telah mencapai target (17%). Persentase keluarga yang memiliki pemahaman dan kesadaran tentang delapan fungsi keluarga mencapai 15,3% (minimal menjawab 2 jawaban di masing-masing fungsi), sementara target 2015 (10%). Indeks pengetahuan keluarga tentang isu kependudukan secara nasional 36,9 sedangkan target yang ditetapkan tahun 2015 adalah 38. Beberapa provinsi yang memiliki indeks pengetahuan isu kependudukan diatas nasional adalah Provinsi DI Yogyakarta, Bali, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Sumatera Barat.

Kesertaan keluarga dalam kegiatan BKB, BKR, BKL, UPPKS relatif rendah; demikian pula yang mendapat pembinaan kesertaan ber-KB. Indeks pemahaman keluarga yang mempunyai balita dan anak yang melaksanakan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang balita dan anak secara nasional adalah 55,2. Provinsi dengan indeks di atas 60 antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.

Hasil Survei RPJMN 2015 juga memperlihatkan bahwa persentase PUS, WUS, keluarga yang mendapat paling sedikit satu informasi Program KKB melalui media massa (cetak, elektronik) sudah diatas 95 persen, sementara targetnya hanya 88 persen. Sedangkan dari media luar ruang persentasenya masih rendah (di bawah 66 persen). (ypi)

No Responses

Leave a Reply