KELAS #BERBAGI IDENTIFIKASI MASALAH REMAJA

Category : BERITA

Setelah melakukan perjalanan panjang dari tanggal 1 Februari 2015 sampai dengan 3 Maret 2015 di sembilan kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat dan bertemu dengan lebih dari 1.000 siswa/siswi di 20 sekolah tingkat SMA sederajat, Duta Mahasiswa Kalbar 2014, Antok mencoba untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang melingkupi remaja di wilayah yang telah dikunjungi.
Berdasarkan hasil diskusi kelas #Berbagi terkait dengan penyebab pernikahan usia dini remaja ternyata berkaitan erat dengan 3 masalah remaja atau TRIAD KRR, dimana rata-rata remaja mengakses Film Porno sebagai penyebab utama kehamilan usia dini yang diawali dengan berpacaran, berciuman bibir, sekswilda, dan melakukan hubungan seksual.
Secara lengkap Antok menjelaskan masalah yang sering dihadapi remaja sebagai berikut:
• Konsumen aktif penonton film porno yakni remaja putra/putri usia 9-18 tahun
• Banyak anak-anak yang nge-lem, merokok dan minum-minuman beralkohol (arak/tuak) yang dilakukan oleh remaja putra/putri usia 7-15 tahun.
• Sudah mengenal bagaimana berpacaran dimana usia pertama pacaran adalah 8 tahun atau pelajar sekolah dasar.
• Pernah melakukan ciuman bibir dan seks wilayah dada yang banyak dilakukan pelajar sekolah menengah pertama dan menengah atas.
• Banyak pelajar putri yang dikeluarkan karena hamil diluar nikah dan menyebabkan tingginya angka pernikahan dini, yang diakibat dari kurangnya ruang berpartisipasi oleh remaja dalam bermasyarakat dan berkegiatan sosial. Pengaruh budaya yang menganggap pernikahan usia dini adalah suatu kewajaran ketika remaja sudah mengalami menstruasi.
• Banyaknya aktifitas remaja dalam komunitas/kelompok yang menyimpang pada pergaulan negatif seperti anak punk yang mewajibkan anggotanya untuk menggunakan NAPZA (lem, alkohol dan rokok). Menjamurnya aktifitas anak punk yang merekrut pelajar-pelajar untuk meniru kehidupan yang bebas tanpa aturan.
• Banyaknya remaja yang menjadi korban kekerasan seksual dan pelacuran anak yang dikarena kurangnya pengetahuan orang tua untuk membentengi anak-anak terhadap indikasi kekerasan seksual dan bentuk-bentuk perdangangan anak.
• Ditemukannya kawasan darurat narkoba dan melibatkan anak sebagai penggunanya Beberapa kawasan dikatagorikan sebagai daerah darurat narkoba karena mudahnya akses bagi remaja dalam melakukan transaksi jual-beli.
• Tingginya angka IMS serta pengidap HIV dan AIDS dikalangan remaja. Kondisi remaja yang berperilaku beresiko mulai dari seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.
Banyaknya permasalahan yang menghinggapi remaja kita, tentunya harus menjadi perhatian utama dan harus dicarikan jalan keluar pemecahannya. “Jangan sampai remaja kita menjadi remaja yang sia-sia, yang justru akan menjadi beban baik beban keluarga, masyarakat, ataupun beban negara kita”, jelas Antok.
(Sumber: Bidang KS/PK Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar, Subbid Bina Ketahanan Remaja)

Avatar for

Author: 

Related Posts

Leave a Reply