Sitename

Description your site...

KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM DUNIA PENDIDIKAN

KETIDAKSETARAAN GENDER  DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Oleh: Tanto Kusworo

Pendahuluan

Emansipasi perempuan mulai lahir ketika muncul kontroversi yang menyangkut sikap atau perilaku atau pandangan seseorang dalam hal menghargai perempuan. Akan terlihat dengan jelas apabila dilihat dari sejarah masa lalu saat Indonesia masih dijajah, kaum perempuan kurang dihargai oleh para penjajah yang berlaku sewenang-wenang. Dampak dari pandangan orang-orang kolot sepeninggalnya ialah ada yang beranggapan bahwa perempuan belum memiliki kesempatan untuk berperan sentral diberbagai bidang seperti sekarang ini. Hingga ada orang tua yang menyekolahkan anak laki-laki setinggi-tingginya, sedangkan anak perempuan tidak diharuskan bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi. Pemikiran orang tua telah terkotakkan bahwa peran perempuan dalam kehidupan tidak lain ialah sebagai ibu rumah tangga yang tak perlu sekolah tinggi-tinggi.

Saat ini, kita boleh sedikit berbangga karena kesetaraan gender ini sudah mulai diterapkan dalam pemerintahan Negara Indonesia. Hal ini dapat dilihat bahwa pemerintah menerapkan program pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, yang dapat kita lihat sampai saat ini bahwa telah banyak generasi penerus bangsa yang merupakan calon pembangunan Negara ini mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan. Terlepas dari permasalahan pendidikan yang ada, dapat diakui bahwa pandangan orang tua kolot masa lalu yang tidak menyekolahkan anak perempuannya kini telah berubah. Terlihat bahwa pada saat sekarang kaum perempuan pun banyak yang bersekolah hingga jenjang yang tinggi. Selain hak untuk mendapatkan pendidikan, Indonesia sebenarnya telah menerapkan kesetaraan gender dalam tatanan organisasi dari mulai organisasi yang kecil hingga pemerintahan.

Era global telah membawa berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Juga cukup besar pengaruhnya terhadap relasi gender, terutama yang berkaitan dengan posisi perempuan dan keberadaannya di ranah publik, domestik, dan peranannya dalam pembangunan sosial, terutama bidang pendidikan. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan akan ditentukan bersama oleh peran serta lelaki dan perempuan.

No Responses

Leave a Reply