Konsolidasi Perwakilan BKKBN Prov Kalbar dan PKK

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan rapat konsolidasi kemitraan dengan Tim Penggerak PKK Provinsi dan kabupaten kota di Kalbar, Selasa (28/4), di Gedung PKK Provinsi Kalbar. Kegiatan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Mustar, SE, MM, beserta jajarannya, Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis, SPd, dan ketua TP PKK kabupaten kota serta para anggotanya. Rapat konsolidasi dilaksanakan untuk menyinergikan program BKKBN dengan PKK. Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Frederika Cornelis, SPd mengatakan kader PKK harus pintar dan cerdas agar dapat berbicara dan meyakinkan para ibu di kabupaten kota. Untuk meningkatkan kapasitas kader, perlu dilakukan pelatihan. Kader yang sudah dilatih diharapkan dapat menindaklanjuti hasil dari pelatihan-pelatihan yang perolehnya. “Jangan sampai mendapat pelatihan tetapi tidak diimplementasikan di lapangan,” kata Frederika. Menurut Frederika, untuk membangun generasi yang berkualitas dan terhindar dari perilaku-perilaku yang buruk seperti seks babas, narkotika dan HIV AIDS, diperlukan pola pengasuhan yang baik dalam keluarga.

Mustar mengatakan program BKKBN mencakup keadaan sepanjang siklus kehidupan manusia yang terkait dengan program pembangunan keluarga. Dimulai dari pasangan menikah, kemudian hamil, melahirkan bayi dan membesarkan anak, memasuki usia sekolah, usia kerja, dan usia lanjut. Dengan program pembangunan keluarga ini diharapkan dapat terbentuk ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Dalam mewujudkan pembangunan keluarga, BKKBN memiliki program Bina Keluarga yang terdiri dari Bina Keluarga Balita untuk keluarga yang memiliki balita, Bina Keluarga Remaja untuk keluarga yang memiliki remaja, Bina Keluarga Lansia untuk keluarga yang memiliki lansia serta program UPPKS untuk pemberdayaan ekonomi keluarga. Menurut Mustar, program yang ada di PKK memiliki kesamaan tujuan dengan BKKBN. Seperti halnya BKKBN, PKK juga ingin membangun keluarga sejahtera. Mustar berharap kerjasama dengan TP PKK Provinsi Kalbar dapat berjalan dengan lancar. “Sehingga tujuan keduanya dapat tercapai,” kata Mustar. Dalam paparannya, Mustar juga menyampaikan beberapa peran Tim Penggerak PKK antara lain pertama, membantu melakukan advokasi kepada stakeholder di setiap tingkatan wilayah tentang Pembangunan Kependudukan dan keluarga berencana (KB) dan melakukan kegiatan KIE Program KB. Kedua, membantu dalam pelaksanaan program peningkatan pembinaan ketahanan keluarga melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui UPPKS. Ketiga, membantu mendorong masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan Program KB dan kesehatan reproduksi. Keempat, melakukan pendampingan dan menfasilitasi Kelompok UPPKS dalam mendapatkan akses modal usaha dan peningkatan ketrampilan usaha. Terakhir adalah bersama BKKBN melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan tersebut.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dalam hal ini diwakili oleh Mustar,SE,MM dengan PKK yang diwakili oleh Frederika Cornelis, S.Pd. (nda)