Sitename

Description your site...

Lomba RAP Genre jadi Ajang Sosialisasi KRR

Di Indonesia perkembangan kasus HIV dan AIDS menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI Triwulan IV tahun 2014 secara kumulatif terdapat 65.790 kasus AIDS dan 147.337 kasus HIV positif dengan persentase pengidap pada usia 20-29 tahun (32,2%)  usia 30-39 tahun (29,1%), dimana kasus penularan terbanyak Heteroseksual (63,5%) Penasun (12,8%), Perinatal (2,7%) dan Homoseksual (2,5%). 

Berdasarkan Sensus PendudukTahun 2010 penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25% dari total penduduk Indonesia, di mana mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS serta narkoba. Permasalahan lain adalah rendahnya pengetahuan penduduk khususnya remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), khususnya dalam hal cara-cara melindungi diri dari perilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, PMS dan HIV/AIDS. Dari kehamilan yang terjadi, sekitar 17% masuk dalam kategori kehamilan yang tidak diinginkan.  Sedangkan tingginya Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) erat kaitannya dengan tingkat aborsi yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia. Sementara pengetahuan remaja tentang cara menghindari PMS juga belum memadai. 

Dalam rangka meningkatkan kualitas penduduk usia muda, memberikan informasi pentingnya mewujudkan Generasi Berencana dengan cara menerima dan melaksanakan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) , serta mensosialisasikan bagaimana mencegah dan melindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar terhindar dari penularan HIV dan AIDS, menghindari seks bebas, dan menghindari penyalahgunaan Narkotik dan Obat terlarang , BKKBN telah menyelenggarakan “Lomba RAP Genre” sebagai bentuk sosialisasi yang dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi dan sampai ke tingkat nasional. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembinaan kepada para pemenang rap tingkat provinsi dalam bentuk Orientasi Kesehatan Reproduksi bagi Peserta Rap Tingkat Nasional dengan tujuan:

  1. Meningkatkan pemahaman remaja dan generasi muda tentang Kesehatan Reproduksi;
  2. Meningkatnya akses informasi pencegah PMS, HIV dan AIDS, narkoba dan seks bebas di kalangan remaja;
  3. Terbentuknya perilaku positif remaja terhadap bahaya HIV dan AIDS, narkoba dan perilaku seks bebas dan mengetahui  cara melindungi diri;
  4. Terbentuknya tanggung jawab para remaja terhadap diri sendiri, teman sebaya, keluarga dan masyarakat;

Melalui kegiatan Pembinaan Kesehatan Reproduksi bagi Juara RAP yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 sampai dengan 21 Agustus 2015 di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat  diharapkan dapat Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku positif generasi muda dan para remaja tentang kesehatan reproduksi. (bangfad)

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.