Sitename

Description your site...

MOMENTUM HARI KELUARGA WUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA BAHAGIA DUNIA AKHIRAT

MOMENTUM HARI KELUARGA WUJUDKAN KELUARGA SEJAHTERA BAHAGIA DUNIA AKHIRAT
Posted by: Reply

(Pontianak-29/6) Bertepatan dengan perayaan Hari Keluarga tahun 2015, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat mengadakan acara buka puasa bersama dengan anak panti asuhan dan juga para pensiunan pegawai. Dalam acara tersebut Ustad Muhammad Ridho didaulat untuk membawakan tausiah dengan tema berkaitan dengan Hari Keluarga. Dalam tausiahnya, Ustad Muhammad Ridho mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya Kalimantan Barat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Nikmat yang insyaallah tidak bisa terhitung tersebut harus kita syukuri dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat. Selain nikmat harta benda, pangkat & jabatan, kedudukan sosial, terdapat juga nikmat sehat, dan yang tertinggi menurut Ustad Ridho adalah nikmat iman dan Islam. Seperti diketahui bahwa penduduk di dunia saat ini berjumlah lebih dari tujuh milyar, dan 1,5 milyar diantaranya adalah ummat Islam.

Terkait dengan perayaan Hari Keluarga ini, Ustad Muhammad Ridlo menegaskan bahwa membentuk keluarga dalam pandangan Islam adalah jauh sebelum membentuk keluarga itu sendiri. Hal ini berarti bahwa sebelum membentuk sebuah keluarga, sudah didahului dengan acara mencari jodoh. Ustad Ridho menjelaskan bahwa hal tersebut mempunyai makna bahwa orang yang beriman pastilah akan mencari jodoh dan nikah dengan orang beriman pula, orang yang sholeh akan ketemu jodoh dengan orang sholeh, sedangkan orang yang suka berzina atau melakukan keburukan, bisa dipastikan akan mendapatkan jodoh orang yang sama, yakni orang yang suka berzina.


ket Foto: Ustad Muhammad Ridho

Dalam tausiahnya, Ustad Muhammad Ridho juga menjelaskan bahwa anak yang dilahirkan oleh pasangan, bukanlah milik ibu atau pasangan tersebut, namun semata titipan Allah SWT. Untuk itu, seyogyanya sebagai orang tua kita tidak boleh melakukan tindakan yang dapat merampas hak-hak titipan Allah tersebut. Tatkala anak sudah memasuki usia 10 tahun, namun belum mau melakukan sholat, maka kewajiban orang tua untuk memukul anak tersebut. Memukul dalam hal ini bukan berarti memukul untuk menyakiti, namun memukul dengan kasih sayang guna mendidik dan anak tersebut tidak merasa disakiti.

Terkait dengan membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah, Ustad sangat menyayangkan kejadian yang belum lama ini terjadi di Amerika Serikat, yakni disahkannya permikahan sejenis. Hal tersebut jelas semakin merendahkan manusia sebagai makhluk yang diberi akal dan pikiran oleh Allah SWT. Bahkan Ustad menyebutnya sebagai orang yang lebih rendah dari binatang. “Mana ada ayam jantan yang mengejar-ngejar ayam jantan untuk dinikahi?”, sebut Ustad. Dalam surat Yusuf:53 memang dijelaskan bahwa Allah sudah menciptakan nafsu dasar manusia untuk mengajak kepada hal kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat Allah.

Untuk membendung dan mengatasi semua hal tersebut, Ustad mengajak kepada semua insan untuk kembali kepada agama. Hal ini sesuai dengan salah satu dari 8 fungsi keluarga yakni fungsi agama. Fungsi keagamaan dalam keluarga dan anggotanya didorong dan dikembangkan agar kehidupan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi insan-insan agamis yang penuh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam artian yang lain Keluarga sebagai tatanan sosial terkecil dalam masyarakat memiliki fungsi sebagai tempat memperkenalkan dan mengajarkan kepercayaan akan adanya Tuhan. Keluarga berperan untuk membentuk generasi masyarakat yang agamis, yang beriman, dan percaya terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan sejalan dengan Pancasila ke-1, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Mendidik keluarga dengan panduan agama yang dimulai sejak kecil, tentu menjadi jalan mewujudkan keluarga yang sejahtera bahagia dunia dan akhirat. “Jadikan keluarga yang memberikan suasana surga”, tambah Ustad Ridho.

Uraian tauziah yang disampaikan Ustad Muhammad Ridho berakhir sesaat sebelum kumandang Adzan Maghrib. Semoga apa yang disampaikan dapat diambil hikmah dan manfaatnya bagi kita semua. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama anak-anak panti asuhan Hidayatullah dan Ad-Dhuha, serta para pensiunan BKKBN Kalbar. (tan)

Ket foto: Suasana buka puasa bersama 1436H Perw. BKKBN Prov. Kalbar

No Responses

Leave a Reply