Pelayanan MKJP di Daerah Galciltas di Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang

tuguBengkayang – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat hari Sabtu, 13 Juni 2015 dan Minggu 14 Juni 2015 melakukan pemasangan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dalam rangka kegiatan monitoring pelayanan KB di daerah Tertinggal Terpencil dan Perbatasan (GalCilTas) di Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Kepulauan ini jauh dari akses kota dan belum memiliki fasilitas kantor untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan dari pemerintah.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam meningkatkan kesertaan KB masyarakat terhadap alat kontrasepsi Jangka Panjang secara gratis. Pelayanan MKJP alkon (alat kontrasepsi) Implant (Susuk KB) oleh Bidan Senior Ibu Rawasiyah S.ST di empat titik pelayanan pada Desa Pualu Lemukutan. Empat titik pelayanan tersebut adalah hari pertama Sabtu sore tanggal 13 Juni 2015 di rumah kader posyandu RT 1 Karang Timur. Hari kedua pelayanan dilakukan pada tiga titik yaitu pertama waktu pagi di Penginapan Villa Herva milik bapak Kepala Dusun (Kadus) RT 4 Karang Timur yang rencananya siang akan diresmikan, kedua waktu siang di rumah warga yang berlokasi di depan Kantor Desa Pulau Lemukutan Karang Barat yang berkenaan dengan peresmian tugu KB-Kesehatan kerjasama BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan dan KODAM XII Tanjung Pura. Pelayanan ketiga adalah pada sore hari di Penginapan Tanjung Jati Karang Timur. Pelayanan dilakukan kepada 15 akseptor KB dengan 15 pelayanan yang terdiri dari 2 akseptor merupakan Peserta Baru (PB) dimana 1 orang setelah melahirkan dan 1 orang sudah 1 tahun tidak ber-KB. Kemudian 13 akseptor lain melakukan pemasangan implant dimana sebelumnya rata-rata memakai KB suntik dan ada beberapa orang saja yang sebelumnya memakai pil.

mkjpKegiatan pelayanan pada hari pertama diperlukan waktu sekitar 40 menit menyeberang dengan memakai perahu air dari penginapan tim ke pulau lain. Setelah sampai di rumah kader posyandu di RT I Karang Timur, petugas melakukan Advokasi dan Konseling Informasi Edukasi (KIE) kepada ibu-ibu yang rata-rata berusia produktif sekitar 23 orang dan juga beberapa kaum bapak. Setelah tanya jawab dilakukan maka dihasilkan 9 akseptor yang berkemauan memakai MKJP Implant dan telah terlayani. Akan tetapi ada 2 calon akseptor IUD diantaranya sakit keturunan (sebagian tubuh stroke) yang berkemauan memakai IUD tetapi tidak terlayani karena ada kendala peralatan tidak bisa dipakai. Sehingga diambil keputusan bahwa untuk dikumpulkan lebih banyak lagi jumlah calon akseptor IUD dan akan dilakukan pelayanan MKJP (Implant dan IUD) yang lebih maksimal kembali untuk periode berikutnya. Pelayanan pada hari kedua dilakukan di tiga titik pada pulau yang sama dimana tim menginap. Pada pagi hari terdapat 27 warga dengan 3 akseptor yang berhasil dilayani dan akseptor lain rata-rata masih banyak yang setia memakai suntik dan pil. Pada siang hari pelayanan terhadap 1 akseptor dan sore hari 2 akseptor. Ada salah satu calon akseptor KB di pulau ini yang menderita diabetes dimana kakinya sakit padahal masih berusia produktif untuk itu perlu pelayanan dan advokasi, KIE KB lebih serius dan mendalam demi meningkatkan kesadaran ber KB yang lebih sehat. (SBadriy)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *