Sitename

Description your site...

Pembahasan Kajian Kependudukan 2015

(Pontianak-2/6) Bertempat di ruang rapat Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Bidang Pengendalian Penduduk mengadakan pembahasan atas kajian yang tengah dilakukan. Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kajian yang dilakukan kali ini merupakan hasil kerjasama dengan mitra BKKBN, diantaranya IPADI Cabang Kalimantan Barat dan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak. Kegiatan pembahasan kajian kependudukan dibuka oleh Plh. Kepala Muslimat, S.Sos, M.Si didampingi oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Gugus Suprayitno, M.Si, yang sekaligus bertindak selaku moderator. Sebagai penyanggah kajian adalah Professor Eddy Suratman, MA dari Fakultas Ekonomi Untan. Maksud diadakannya pembahasan atas kajian yang tengah dilakukan oleh peneliti, adalah dalam rangka memperbaiki kajian melalui masukan dari penyanggah dan juga peserta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir lima peneliti dengan tema kajiannya masing-masing. Pemapar pertama adalah Drs. M. Luthfi, M.Kes, peneliti IPADI Cabang Kalimantan Barat yang mengkaji tentang Bonus Demografi di Kabupaten Sambas. Pemapar kedua yakni DR. Meiran Panggabean, SE, M.Si dengan tema yang hampir sama dengan pemapar pertama yakni tentang Bonus Demografi, namun dengan lokasi penelitian yang berbeda yakni Kabupaten Landak. Pemapar pertama dan kedua melakukan penelitian di dua wilayah tersebut, mengingat pada hasil kajian sebelumnya, keduanya diprediksikan tidak akan memasuki Bonus Demografi dengan angka ketergantungan usia produktif terhadap usia non produktif masih diatas 50 persen. Kedua peneliti berusaha untuk mengungkap faktor penyebab mengapa kedua daerah tidak bisa memasuki Bonus Demografi dan berusaha memprediksi kapan terjadinya Bonus Demografi tersebut dengan melakukan rekayasa demografi atas data-data kependudukan yang ada. “Namun demikian, perlu upaya yang hebat dan sungguh-sungguh untuk meraih bonus tersebut, seperti upaya menurunkan fertilitas yang masih tinggi dan juga merubah pola budaya yang tidak mendukung hal tersebut”, jelas M. Luthfi.

Tiga pemapar berikutnya yakni Dr. Jamaliyah, SE, M.Si; Imam Setia Harnomo, SST, M.Stat; serta Dra. GMS. Primastuty, MM lebih banyak mengkaji monografi penduduk dari berbagai kelompok umur. Jamaliyah akan mengungkap tentang monografi penduduk usia lanjut di Provinsi Kalimantan Barat dan Imam Setia Harmono akan mengungkap monografi Balita. Sementara Primastuty menulis tentang monografi penduduk usia remaja di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut ketiga peneliti, dari kajian tersebut diharapkan akan muncul rekomendasi kebijakan terkait penanganan permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dari ketiga kelompok umur tersebut di Kalimantan Barat, misalnya kebijakan terkait proporsi meningkatnya penduduk usia lanjut. Kegiatan pembahasan kajian berakhir pada pukul 12.00 WIB. (tan)

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.