Peningkatan Kapasitas PLKB Melalui Pelatihan RR dan Advokasi KIE

 

Jpeg

Pontianak (02/10/2015) Sebanyak 55 orang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari 11 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan Pencatatan dan Pelaporan serta Advokasi dan KIE Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Pontianak. Dalam pelatihan yang dilaksanakan secara terpisah tersebut PLKB diberikan materi secara ceramah, diskusi kelompok dan praktek secara simulasi, difasilitasi widyaiswara dan fasilitator dari BKKBN provinsi Kalimantan Barat. Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kalimantan Barat Drs.Mustar SE MM ketika menutup 2 pelatihan tersebut mengaku puas terhadap hasil pre test dan post test yang hasilnya terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Pada beberapa pelatihan yang diikuti PLKB sebelumnya kenaikan nilai pre test dan post test hanya 9 point, itupun dengan rata-rata masih dibawah nilai 6. Namun dalam pelatihan kali ini pada pelatihan Pencatatan dan Pelaporan (RR) terjadi kenaikan pont sebesar 33,5 sehingga nilai rata-rata peserta mencapai lebih dari 82,5. Sementara dari pelatihan Advokasi KIE MKJP terjadi kenaikan point mencapai 22,9 dengan nilai rata-rata mencapai 79,2. Kondisi ini membuktikan PLKB lebih aktif dan serius dalam mengikuti pelatihan dan bimbingan fasilitator yang telah memenuhi harapan peserta.

Namun demikian menurut Drs.Mustar SE MM, bukan hanya kenaikan nilai pre test dan post test yang menjadi ukuran, namun lebih pada kapasitas kemampuan PLKB dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam kinerja sehari-hari.”Saya berharap dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki PLKB dapat diplikasikan di lapangan. Contohnya dalam mengejar pencapaian peserta KB MKJP, PLKB harus dapat mengadvokasi para stake holder dan masyarakat agar mau menggunakan kontrasepsi MKJP”ujar Mustar. Setelah mengikuti pelatihan ini PLKB diminta untuk membentuk Tim advokasi yang terdiri dari para pengambil kebijakan, dinas instansi terkait serta tokoh masyarakat maupun adat yang berpengaruh, dengan harapan agar dapat memacu peningkatan kesdaran masyarakat dalam ber-KB, sekaligus mendukung pembangunan keluarga.

Demikian halnya dalam pencatatan dan pelaporan, Mustar minta PLKB mencatat dan melaporkan kondisi serta capaian KB sesuai fakta yang ada. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir ini ada beberapa survei dan sensus yang bisa dijadikan kontrol atau pembanding hasil pencatatan dan pelaporan PLKB. Untuk itu kepada 55 PLKB dari kota Pontianak, kabupaten Mempawah, Ketapang, Kayong Utara, Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sanggau, Sekadau, Kubu Raya dan kabupaten Landak ini Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Mustar SE MM mengharapkan agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara benar sesuai dengan 10 langkah PLKB yang selama ini menjadi prinsip kinerja PLKB. (by Adi)