Pentingnya Pencatatan dan Pelaporan di Klinik KB

No comment 1666 views

anggaranSungai Raya. Program KB merupakan program yang strategis dalam rangka pembangunan manusia di Indonesia. Indeks prestasi manusia (IPM) di Kabupaten Kubu Raya masih sangat rendah yaitu peringkat 2 dari bawah bila dibandingkan dengan kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Barat. Salah satu cara untuk meningkatkan IPM tersebut adalah dengan mengendalikan jumlah penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program KB. Hal ini disampaikan kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Kubu Raya, Titus Nursiwan dalam sambutannya pada kegiatan Pencatatan dan Pelaporan pada Klinik KB di Kabupaten Kubu Raya. Kegitan yang berlangsung tanggal 16 April 2015 di Aula kantor Bupati Kubu Raya juga turut dihadiri oleh Kabid KS-PK Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Aulia A Arief, M.Si yang mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Titus juga menegaskan kepada para petugas klinik KB yang hadir agar selalu mencatat dengan baik dan benar dan melaporkan seluruh hasil pelayanan KB di klinik KB yang mereka kelola. Semua hasil pelayanan KB yang telah dilakukan di klinik KB tidak akan ada artinya bila tidak dilakukan pencatatan. Data-data pencapaian KB harus dicatat dengan baik dan benar agar dapat dilihat kinerjanya. Data-data tersebut juga digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan bagi pemerintah, imbuh Titus.

Sebagai perlindungan bagi pemberi layanan KB dalam hal ini bidan dan dokter maka inform consent harus diisi. Inform consent merupakan lembar persetujuan untuk layanan KB MKJP (IUD, Implan, MOP dan MOW) serta yang ditandatangani oleh akseptor yang akan dilayani KB dan diketahui oleh suami atau istrinya. Bidan tidak perlu takut dalam memberikan layanan KB selama mengikuti semua prosedurnya, tambah Aulia. (nda)

Tags: