Persiapan Bulan Bhakti Dumas GenRE KALBAR 2015

No comment 1099 views

(Pontianak-1/5) Setelah melalui seleksi awal, dari 78 peserta pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Kalbar 2015, terpilih 30 peserta atau 15 pasangan yang berhak mengikuti tahapan berikutnya yakni pelaksanaan kunjungan lapangan di beberapa tempat yang telah ditentukan panitia. Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, kegiatan bulan bhakti finalis Dumas Genre Kalbar 2015 tersebut akan dilakukan melalui kunjungan sekolah-sekolah, perguruan tinggi, car free day, dan juga kunjungan ke panti jompo. Juwarno selaku ketua Forum PIK Kalbar menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh finalis ke tempat yang telah ditunjuk tersebut adalah dalam rangka mensosialisasikan program-program BKKBN terutama program GenRe, yang tentunya juga menyisipkan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. “Namun demikian, yang jelas mereka harus paham dan mengerti tentang permasalahan yang terjadi diseputar kehidupan remaja”, ujar Juwarno.

Dalam kesempatan tersebut, Dumas GenRe Kalbar 2014, Nurdianto juga hadir dan berbagi untuk memotivasi para finalis. Antok berbagi pengalamannya selama mengikuti pemilihan Dumas 2014 yang lalu. Dumas GenRe Kalbar 2014 tersebut menjelaskan bahwa kegiatan pemilihan Dumas Genre ini sangat berbeda dengan pemilihan duta-duta lainnya.Untuk itu, Antok mengajak kepada seluruh finalis agar mereka benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin, mengingat penilaian tidak hanya dilakukan dengan melihat kecantikan atau ketampanan semata, namun lebih kepada nilai-nilai yang tercermin dan terbangun dari para finalis tatkala mereka terjun ke masyarakat. “Jangan minder, harus percaya diri”, pinta Antok.

Terkait dengan materi yang nantinya bakal menjadi bahan sosialisasi lapangan, Antok menjelaskan bahwa saat ini BKKBN Kalbar concern pada program Pendewasaan Usia Dini melalui Triad KRR plus. Artinya remaja tidak hanya diajak untuk menolak Napza, Free Sex, dan HIV/AIDS, namun juga diajak untuk menolak Kawin Muda. Untuk itu Antok meminta kepada seluruh finalis untuk benar-benar mengerti materi sebelum melakukan sosialisasi ke masyarakat. Pada kegiatan yang akan dilakukan mulai minggu (3/5) di car free day, Antok juga berharap bahwa para finalis tidak sekedar membagikan brosur ataupun leaflet, namun harus bisa menjelaskan apa maksud dan pesan dari brosur/leaflet yang mereka bagikan. Penilaian tidak diukur dari seberapa banyak jumlah leaflet yang berhasil dibagi oleh para finalis, namun bagaimana para finalis bisa mengajak masyarakat untuk paham, sadar dan mau mengikuti pesan seperti yang tertulis dalam brosur atau leaflet tersebut. “Jangan sampai leaflet yang dibagikan hanya terbuang percuma dan menjadi sampah, jangan bagi kertas tanpa arti”, tegas Antok. Dalam acara pembekalan tersebut, hadir juga Alexander Hamzah, Pembina Forum PIK yang menguraikan detail rencana kegiatan lapangan yang akan dimulai minggu esok, serta tidak ketinggalan para anggota Forum PIK Kalbar Asmara Khatulistiwa turut hadir menyemarakkan kegiatan tersebut. Sukses.. (tan)