Peserta KB Baru

No comment 1192 views

logo-bkkbn(diterjemahkan dari laman http://www.cpc.unc.edu/measure/prh/rh_indicators/specific/fp/)

Peserta KB baru (disingkat PB) adalah jumlah orang yang pertama kali menggunakan metode kontrasepsi dalam suatu periode tertentu. Diperlukan data mengenai jumlah orang yang menggunakan alat kontrasepsi (alkon) pertama kali dalam hidupnya selama satu tahun untuk menghitung PB. Biasanya data ini diperoleh dari statistik pelayanan.

Evaluator juga dapat memperoleh data PB dari hasil survei, misalnya dari data kalender dalam SDKI atau instrumen pengumpul data lainnya yang digunakan untuk memperoleh data history secara retrospektif (data mundur).

Pengelola program dapat memisahkan statistik/data pelayanan menurut variabel kunci seperti umur, jenis kelamin, paritas (jumlah anak yang dilahirkan), daerah tempat tinggal (kota-desa), etnis, atau faktor lain yang dinilai relevan dalam konteks negara untuk mendapat profil sosiodemografi dari akseptor. Informasi ini berguna untuk melacak perubahan-perubahan komposisi akseptor selama kurun waktu tertentu dan bergunan dalam menentukan apakah program efektif untuk menggapai subkelompok tertentu.

Indikator ini mengukur kemampuan program untuk menarik PB dari segmen masyarakat yang belum memanfaatkan Program KB. Ukuran ini tidak mencakup akseptor ganti cara yang beralih dari suatu metode kontrasepsi ke metode yang lain karena alasan kenyamanan atau biaya. PB juga dapat dijadikan indikator keberhasilan Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) atau keberhasilan intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan penggunaan pelayanan diantara orang-orang yang luput dari pelayanan program sebelumnya.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh pencatat, yaitu ada beberapa PB yang mungkin bukan pengguna baru, melainkan sebelumnya pernah memperoleh atau menggunakan jenis alkon yang sama atau jenis lain dari sumber lain (misalnya mungkin ia pernah menggunakan alkon yang disediakan oleh pihak swasta atau sektor farmasi yang tidak mendapat subsidi.

Metode kontrasepsi modern meliputi pil, IUD, implant, suntik, kondom, MOP dan MOW. Jika seorang perempuan yang awalnya menggunakan pil KB dari apotek, kemudian mengkonsumsi pil KB dari pemerintah, tidak disebut sebagai PB. Perempuan yang tadinya menggunakan suntikan kemudian beralih memakai IUD juga tidak bisa disebut sebagai PB IUD. Ia merupakan akseptor ganti cara. Sebaliknya perempuan yang tadinya menggunakan metode senggama terputus lalu memakai pil, ia disebut PB pil karena senggama terputus bukanlah metode kontrasepsi modern. (ypi)