Seminar Hasil Kajian Kependudukan

No comment 844 views

Pontianak (13/11-14) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat selasa (11/11) mengadakan seminar hasil kajian kependudukan dengan tema terkait permasalahan kependudukan yang mengambil lokus di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace ini dibuka kepala perwakilan yang diwakili oleh sekretaris badan, Muslimat, S.Sos., M.Si, menyajikan beberapa pemateri dengan berbagai judul penelitian. Dalam acara tersebut, panitia menghadirkan delapan pemateri yang terbagi menjadi dua sesi dengan empat pemateri pada masing-masing sesi. Pada sesi pertama yang dimoderatori oleh Prof. Eddy Suratman selaku ketua Koalisi Kependudukan Kalbar, menghadirkan Muhammad Taufik dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, Isyatul Mardiati dari IAIN Pontianak, Rini Sulistiawati dari Universitas Tanjungpura Pontianak dan Fitri dari UNTAN.

Dalam paparannya, M. Taufik meneliti tentang hubungan antara pengetahuan, dan sikap dengan perilaku hidup berwawasan kependudukan pada siswa-siswi SMA Negeri se-Kota Pontianak. Sementara itu, Isyatul Mardiati membahas tentang penduduk lansia di Pontianak dan Rini Sulistiawati meneliti tentang analisis jumlah anak yang diinginkan oleh pasangan usia subur (PUS) di Kota Pontianak, sedangkan Fitri yang mewakili peneliti utama membahas tentang analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat fertilitas di Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas. Selain meneliti perilaku berwawasan kependudukan, dalam sesi pertama tersebut, M. Taufik juga meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan fertilitas pada wanita pasangan usia subur di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada sesi kedua, dihadirkan juga empat pemateri yakni A. Marjan, Rini Sulistiawati, Muhammad Tisna dan Rindang Gunawati, dengan moderator Drs. Triswanta dari BKKBN Provinsi Kalimantan Barat. Dalam paparannya, Marjan berusaha untuk mengungkap hubungan antara usia ibu saat melahirkan dan perkembangan motorik anak berusia kurang dari 3 tahun di Kota Pontianak. Sementara Rini Sulistiawati meneliti tentang persepsi remaja dan perilaku seksual terhadap kesehatan reproduksi remaja usia 13-22 tahun. Pada sesi yang sama, Muhammad Tisna juga memaparkan tentang respon calon pengantin remaja terhadap pemberlakuan sertifikat layak nikah, sedangkan Rindang Gunawati meneliti tentang dampak melahirkan diusia kurang dari 20 tahun.

Menurut moderator, meskipun penelitian ini masih merupakan langkah awal guna mengungkap fenomena-fenomena kependudukan yang ada, hasil seminar ini diharapkan bisa menjadi landasan memformulasikan kebijakan-kebijakan terkait penanganan berbagai permasalahan kependudukan tersebut di Provinsi Kalimantan Barat.