SOSIALISASI KEPENDUDUKAN BAGI GURU BK

No comment 643 views

(Sukadana) Hari rabu 18 Februari 2015, Bidang Pengendalian Penduduk mengadakan kegiatan sosialisasi kependudukan kepada guru BP di lingkungan SMP, SMK/SMA yang dilaksanakan di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan sekretaris BPMPDPKB Kab. Kayong Utara ini merupakan bentuk kegiatan terpadu yang dilakukan oleh Bidang Keluarga Sejahtera & Pembangunan Keluarga (KS/PK) dan Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk menyampaikan isu-isu kependudukan kepada mitra kerja yakni para Guru BK (Bimbingan dan Konseling) baik tingkat SMP, SMA maupun SMK.
Dalan kesempatan tersebut, Kepala Bidang KS/PK, Ir. Aulia A. Arief, M.Si, banyak menguraikan tentang permasalahan yang dialami oleh generasi muda kita dimana perkembangannya makin hari makin mengkhawatirkan. Remaja sebagai potensi penggerak pembangunan tentunya perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Seperti diketahui bahwa pengaruh internet, pergaulan, dan lingkungan banyak menyebabkan remaja terperosok dalam pergaulan yang tidak benar, seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS. Oleh karenanya, Aulia berharap kepada para Guru untuk menyampaikan isu-isu terutama isu remaja kepada peserta didik dan berharap agar di sekolah-sekolah bisa membentuk kelompok Pusat Informasi & Konseling Remaja (PIK Remaja) yang bisa digunakan untuk bertanya dan berkonsultasi seputar permasalahan remaja. “Yang terpenting, kelompok PIK Remaja yang nantinya akan dibentuk harus di-SK-kan (Surat Keputusan-red) dan selanjutnya dikirim ke provinsi agar bisa dimasukkan dalam data base,” jelas Kepala Bidang KS/PK tersebut.
Selain Kepala Bidang KS/PK, dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Gugus Suprayitno, M.Si, juga memberikan paparan khususnya terkait dengan isu-isu kependudukan yang ada. Gugus mengatakan bahwa dalam memasuki bonus demografi, dimana Kabupaten Kayong Utara diperkirakan akan memasuki bonus demografi pada tahun 2030 mendatang dan terus berlanjut sampai tahun 2035, tentunya peran dan keberadaaan remaja harus dipersiapkan. Pada masa bonus demografi tersebut, rasio ketergantungan Kabupaten Kayong Utara sebesar 47. “Jangan sampai kedatangan bonus demografi dimana penduduk usia produktif jumlahnya sangat melimpah, hanya datang dan berlalu begitu saja tanpa bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, atau yang lebih dikhawatirkan lagi apabila bonus demografi tersebut justeru mendatangkan musibah bagi suatu daerah,” tegas Gugus. (tan)