Sosialisasi KKBPK melalui Wayang Kulit

No comment 25 views

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan kesenian wayang kulit yang bertempat di rumah Radank pada hari sabtu (9/2) untuk mensosialisasikan dan mengangkat kembali semangat gotong royang pada masyarakat.

Melalui pagelaran kesenian wayang kulit ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong pada masyarakat dalam membangun bangsa dan negara ungkap Drs. Kusmana selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Banyak pesan-pesan yang dijelaskan Pendawa Boyong Sari Utari yang bermakna bawahwa keluarga Pandawa merupakan karakter baik, Pemimpin yang bijaksana dengan mendahulukan kepentingan masyarakat, berani berkorban demi kesejahteraan masyarakat yang dibangun dari sendi-sendi keluarga yang berketahanan dan selalu berjuang membangun negara melalui penguatan karakter keluarga dalam kisah mahabrata.

Melalui kesenian wayang kulit ini, BKKBN berkomitmen membangun program ketahanan keluarga, yang tersemat dalam 8 fungsi keluarga, 2 anak cukup dan GenRe yang berkualitas.

Strategi Pembangunan Ketahanan Keluaga yang telah dilakukan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, melalui berbagai jalur baik itu melalui kemitraan, sinergitas program Kampung KB yang melibiatkan Lintas Sektor di Kampung KB dan berhasil menekan angka TFR (kelahiran) dari 3,1 yang berarti rata-rata anak yang dimiliki Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun 3,1 (SDKI 2012) menjadi 2,7 (SDKI 2017), seperti dikutip di halaman pontianakpost.co.id

Demikian halnya dengan angka kelahiran kelompok umur 15-19 tahun atau ASFR, telah berhasil diturunkan dari angka 104 yang berarti dari 1000 wanita usia 15-19 tahun 104 diantaranya pernah melahirkan (SDKI 2012), menjadi 59 (SDKI 2017). Kendati demikian menurut Kusmana, Kalimantan Barat masih banyak dihadapkan pada banyaknya tantangan ke depan, diantaranya letak geografis yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia Timur yang akan membawa pengaruh global, serta tantangan semakin mudahnya akses Teknologi Informasi dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi generasi muda, jika salah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut. 

Oleh karenanya melalui pagelaran wayang kulit sebagai media sosialisasi Program KKBPK yang dilaksanakan dengan kerjasama dengan Perkumpulan Penggemar Budaya Jawa (PENDAWA), Pemerintah Kota Pontianak, PDAM, PT. Indofood, PT. Bank Kalbar dan beberapa perusahaan lainnya ini, diharapkan akan semakin menyebarluaskan informasi tentang program KKBPK, sehingga akan mendukung percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat. (prakom)