Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2015

No comment 7539 views

bpsSurvei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) adalah survei berbasis rumah tangga yang mengumpulkan informasi-informasi mengenai karakteristik sosial ekonomi seperti: pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, keterangan bepergian, kriminalitas, perumahan, perlindungan sosial, serta konsumsi dan pengeluaran rumah tangga. Susenas dimulai tahun 1963 dan diselenggarakan setiap tahun. Modul konsumsi mulai dikenalkan pertama kali tahun 1993. Dari tahun 1963-2010 dilakukan setiap tahun. Mulai 2011 hingga 2014 dilakukan tiap triwulan. Susenas didesain memiliki 3 modul (Modul Konsumsi/Pengeluaran Rumah Tangga; Modul Sosial, Budaya, dan Pendidikan; dan Modul Kesehatan dan Perumahan). Setiap modul dilaksanakan setiap 3 tahun sekali. Modul konsumsi dijadikan kor dan dilaksanakan setiap taun sejak 2011. Pada tahun 2015-2016, dilaksanakan tiap semester. Susenas bulan Maret 2015 dilakukan untuk estimasi sampai tingkat kabupaten/kota (300.000 rumah tangga sampel). Bulan September 2015 untuk estimasi sampai tingkat provinsi dengan 75.000 rumah tangga sampel.

Susenas bertujuan untuk mengumpulkan data kesejahteraan rakyat di bidang: kesehatan, pendidikan, fertilitas, keluarga berencana, perumahan, perjalanan, kriminalitas, dan kondisi sosial ekonomi lainnya. Selain itu, Susenas dilakukan untuk mengumpulkan data konsumsi dan pengeluaran.

Pada tahun 2015, Susenas dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Maret untuk estimasi kabupaten/kota dan September untuk estimasi provinsi. Stratifikasi dilakukan di seluruh populasi blok sensus dan rumah tangga untuk menjamin keterwakilan populasi wilayah dan sampel yang lebih representatif. Seluruh populasi blok sensus biasa hasil SP2010, distratifikasikan menjadi tiga tingkat kesejahteraan rumah tangga menggunakan pendekatan Wealth Index baik di perkotaan maupun pedesaan. Stratifikasi rumah tangga dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan Kepala Rumah Tangga (KRT) hasil pemutakhiran (updating) untuk menjaga keterwakilan dari nilai keragaman karakteristik rumah tangga. Yang dijadikan kerangka sampel adalah daftar blok sensus biasa SP2010, daftar 25% blok sensus SP2010 yang sudah ada kode stratanya, dan daftar rumah tangga hasil pemutakhiran di setiap blok sensus terpilih. Desain sampel disusun dalam tiga tahap:

  • Tahap 1: Memilih 25% blok sensus populasi secara Probability Proportional to Size (PPS), dengan size jumlah rumah tangga hasil SP2010 di setiap strata.
  • Tahap 2: Memilih sejumlah n blok sensus sesuai alokasi secara systematic di setiap strata urban/rural per kabupaten/kota per strata kesejahteraan.
  • Tahap 3: Memilih 10 rumah tangga hasil pemutakhiran secara systematic sampling dengan implicit stratification menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan KRT.

Cakupan Susenas 2015 adalah 300.000 rumah tangga sampel yang tersebar di 34 provinsi dan 511 kabupaten/kota di Indonesia. Kegiatan lapangan dalam Susenas ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemutakhiran rumah tangga, pemilihan sampel 10 rumah tangga, pencacahan 10 rumah tangga terpilih, pengawasan/pemeriksaan, penyerahan hasil pencacahan, hingga editing dan coding data.

Pengolahan data Susenas yang diterima dari lapangan dilakukan dalam dua tahapan, yakni tahapan pra-komputer dan tahapan komputer. Tahapan pra-komputer meliputi: penerimaan data dari lapangan, batching (dipilah berdasar kabupaten/kota), editing dan coding. Kemudian pada tahapan komputer, data di-entry, lalu dibersihkan (data cleaning), dan dievaluasi. Data yang diperoleh dari Susenas Kor Maret 2015 meliputi keterangan:

  • demografi, pendidikan, bepergian dan korban kejahatan;
  • kesehatan, pengobatan dan kebiasaan merokok;
  • keberadaan ibu kandung dan migrasi;
  • tentang balita;
  • teknologi informasi komunikasi (TIK);
  • ketenagakerjaan;
  • fertilitas, persalinan dan KB;
  • perumahan;
  • perlindungan sosial;
  • kepemilikan barang dan sumber penghasilan rumah tangga.

Kekuatan Susenas adalah karena ia merupakan satu-satunya survei bidang kesra yang dilaksanakan setiap tahun, dan mencakup berbagai aspek sosial, ekonomi, dan budaya penduduk (komprehensif). Hal ini menjadikan Susenas sebagai sumber data yang sangat kaya untuk analisis lintas sektor. Selain sensus, Susenas adalah survei dengan sampel besar, sehingga untuk sejumlah variabel hasilnya cukup representatif disajikan pada level kabupaten/kota. Kelebihan Susenas yang lain adalah bahwa sejak tahun 1993, metodologi, ukuran sampel, dan cakupan materi Susenas (khususnya Kor) relatif stabil, sehingga hasilnya dapat dibandingkan untuk melihat perkembangan antar waktu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Susenas merupakan “lokomotif” penyediaan data bidang kesra karena kontinuitas dan cakupannya yang luas.

Kelemahannya adalah kecilnya jumlah sampel (sehingga sampling errornya cenderung besar) membuat kita harus berhati-hati untuk menginterpretasikan angka yang dihasilkan. Fluktuasi hasil estimasi dapat diminimalisasi dengan membuat angka rata-rata untuk beberapa tahun.

Sebagai lokomotif, beban Susenas terkadang terlalu berat, baik bagi pencacah maupun responden, sehingga tingkat kecermatan hasilnya dapat berpotensi berkurang (tingkat kesalahan karena faktor non-sampling menjadi besar). Kesalahan karena faktor non-sampling sulit diukur. Kekurangan Susenas yang lain adalah karena merupakan survei dengan sampel besar dan cakupan yang luas, hasil Susenas paling cepat diperoleh 6 bulan setelah pencacahan. (ypi)