Training of Trainer Konselor Sebaya, Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan

(Pontianak) Bertempat di Aula Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Subbid Bina Ketahanan Remaja bekerjasama dengan Balatbang mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Konselor Sebaya bagi Pengelola dan Pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa Kabupaten/Kota. Kegiatan yang berlangsung dari hari Minggu 29 Maret sampai dengan Kamis 2 April 2015 tersebut diikuti oleh 35 peserta dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Menurut Kasubbid Penyelenggaraan dan Evaluasi Balatbang Perwakilan BKKBN Kalbar, Abdussalam, S.Sos, yang bertindak selaku ketua pelaksana kegiatan, kegiatan tersebut dimaksudkan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengelola PIK Kabupaten/Kota tentang materi berkaitan dengan remaja, diantaranya tentang permasalahan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Program GenRe (Generasi Berencana), Triad Kesehatan Reproduksi Remaja, KIP Konseling, Pendewasaan Usia Perkawinan, Life Skill, dan juga praktek Konseling.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut dibuka oleh PLH. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Triswanta, didampingi oleh Kasubbid Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Hadirin, SH, dan Kasubbid Program dan Kerjasama, Herustanto, S.Sos. Dalam sambutannya, PLH Kepala menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta TOT bahwa Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi tidak bisa menghadiri acara pembukaan dikarenakan sedang mengikuti Rapat Kerja Nasional di Jakarta. Triswanta juga mengungkapkan bahwa perkembangan remaja saat ini semakin memprihatinkan, terlebih dengan adanya banyak media, baik elektronik maupun media sosial. “Memang sebenarnya media banyak membuka wawasan kita semua, namun jika yang diambil itu adalah dari sisi positifnya, namun jika yang diadopsi adalah hal-hal yang negatif, tentunya akan membawa dampak buruk pada perkembangan remaja kedepannya, jelas Triswanta. Triswanta juga menyoroti tingginya kelahiran pada usia 15-19 tahun di Provinsi Kalimantan Barat, bahkan angka tersebut termasuk tertinggi di Indonesia. Kejadian yang belum lama terjadi di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat adalah siswa berumur 17 tahun yang melahirkan anak. “Bagaimana mereka akan fokus ke sekolah (pelajaran-red), jika hari-hari mereka disibukkan dengan mengurusi anak”, turur PLH Kepala tersebut. Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa kondisi remaja sekarang ini cenderung memprihatinkan. Untuk itu Triswanta berharap kepada seluruh peserta pelatihan yang nantinya menjadi penyampai pesan kepada remaja dan peserta didik dimana mereka bertugas, untuk terus menerus mengajak dan memberikan motivasi kepada remaja kearah hal-hal yang positif. Artinya, hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengelola PIK Remaja/Mahasiswa yang selanjutnya bisa menjadi motivator maupun konselor permasalahan remaja. Acara pembukaan diakhiri dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta yakni Eka Supriana Sari, S.Pd., dari Kabupaten Kapuas Hulu dan F. Sunardi, S.Pd dari Kabupaten Landak (tan).

Tags: