Sitename

Description your site...

Urbanisasi vs Kemajuan Suatu Daerah

Berdasarkan tabel, dapat diketahui tingkat dan tempo urbanisasi yang terjadi di Indonesia dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2010. Tingkat urbanisasi dihitung berdasarkan rasio penduduk perkotaan terhadap penduduk total. Secara umum, tingkat urbanisasi di Indonesia dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2010 mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pada tahun 1980, tingkat urbanisasi di Indonesia berkisar 22, 4 persen, meningkat menjadi 30,9 persen pada tahun 1990, dan meningkat tajam menjadi 42,4 persen pada tahun 2000. Pada tahun 2010, tingkat urbanisasi juga mengalami peningkatan meskipun tidak setajam kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya (49,8 persen). Jika dilihat dalam tiga dasawarsa terakhir yakni tahun 1980 sampai dengan tahun 2010, urbanisasi yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat yakni dari 22,4 menjadi 49,8 persen atau hampir 1 persen per tahunnya (0,91%).

urbanisasi

Dilihat menurut provinsi, tren yang ada adalah peningkatan tingkat urbanisasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 1980 terdapat 5 provinsi dengan tingkat urbanisasi diatas rata-rata nasional yakni DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau dan Sumatera Utara. Pada tahun 1990, meningkat menjadi 6 provinsi yang memiliki tingkat urbanisasi diatas rata-rata nasional,  yakni DKI Jakarta, Sulawesi Utara, D.I Yogyakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Provinsi Riau. Pada tahun 2000, terdapat 9 provinsi dengan tingkat urbanisasi diatas rata-rata nasional, yakni DKI Jakarta, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Bali, Riau, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara. Sedangkan tahun 2010, hanya ada 7 provinsi yang memiliki tingkat urbanisasi diatas rata-rata nasional, yakni DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Provinsi Bali.

Tingginya tingkat urbanisasi di beberapa daerah memang diakibatkan oleh beberapa sebab. Misalnya DKI Jakarta yang merupakan provinsi tujuan migran favorit selama ini, meskipun dalam perkembangannya, dominasinya sebagai pusat tujuan utama telah mengalami penurunan seiring dengan pertumbuhan dan berkembangnya kota-kota penyangga disekitarnya seperti Bogor, Banten, Depok, Tangerang, Serang dan Bekasi. Untuk provinsi lain seperti Kalimantan Timur dan Kepri, tingginya tingkat urbanisasi disebabkan oleh perkembangan sektor pertambangan yang mendorong banyaknya migran bertempat tinggal di perkotaan. Tingkat urbanisasi yang tinggi di Provinsi Bali lebih disebabkan perkembangan pariwisata dan jasa pendukung wisata. Sedangkan D.I. Yogyakarta, tingkat urbanisasi selain disebabkan oleh perkembangan pariwisata juga disebabkan oleh perkembangan dunia pendidikan yang cukup pesat termasuk jasa pendukungnya.

Dari tabel tersebut terlihat juga disparitas tingkat urbanisasi yang terjadi antara provinsi yang termasuk kawasan Indonesia Bagian Barat dan kawasan Indonesia Timur. Provinsi yang masuk Kawasan Indonesia Timur, secara umum memiliki tingkat urbanisasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan urbanisasi yang terjadi di kawasan Indonesia Barat. Disparitas juga ditemukan pada provinsi hasil pemekaran pada kedua kawasan tersebut. Provinsi pemekaran di Kawasan Indonesia Timur (Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat) berpenduduk relatif sedikit dengan tingkat urbanisasi yang cukup rendah, sementara provinsi pemekaran di Kawasan Indonesia Barat (Bangka Belitung, Kepulauan Riau) mempunyai jumlah penduduk yang cukup besar dengan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi.

Untuk melihat kecepatan urbanisasi per tahunnya, digunakan pendekatan tempo urbanisasi dengan membagi selisih persentase penduduk perkotaan dibagi dengan rentang waktu yang ada. Misalnya tempo urbanisasi tahun 1980-1990, berarti harus membagi selisih persentase tersebut dengan rentang waktu 10 tahun. Tempo urbanisasi tersebut memberikan gambaran kepada kita tentang cepat lambatnya tingkat urbanisasi selama rentang waktu tersebut. Semakin tinggi angka tempo urbanisasi, berarti semakin cepat tingkat urbanisasi yang terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, diperoleh hasil mengenai tempo urbanisasi yang terjadi di Indonesia dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2010. Dari tahun 1980-1990 dan 1990-2000, tempo urbanisasi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari 0,85 persen per tahun pada rentang 1980-1990, menjadi 1,15 persen per tahun pada periode 1990-2000. Sementara itu, pada periode 2000-2010 tempo urbanisasi di Indonesia mengalami penurunan yang cukup drastis menjadi 0,74 persen per tahun. Pola yang sama juga terjadi di Provinsi Kalimantan Barat. Sementara itu, tempo urbanisasi tertinggi masih dialami pada provinsi yang berada di Pulau Jawa yakni dari 1,05 persen per tahun pada periode 1980-1990, naik menjadi 1,31 persen per tahun pada tahun 1990-2000 dan turun menjadi 0,98 persen per tahun pada periode 2000-2010.
Apabila tingkat urbanisasi di suatu daerah dianggap sebagai indikator kemajuan dalam pembangunan, dimana pola hidup perkotaan semakin berkembang, maka daerah dengan tingkat urbanisasi yang tinggi tentunya telah mengalami kemajuan yang cukup berarti. Semoga.. (tan)

 

No Responses

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.